Home » » Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Gelar Seminar Politik

Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Gelar Seminar Politik

Written By Mesa Muslih on Selasa, 25 Maret 2014 | 22.35






Trend Partisipasi Politik Pemuda Menurun

MATARAM-Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram menggelar seminar politik dengan tema ‘’Peran Kaum Muda Membangun Bangsa’’. Dalam seminar yang digelar di Kampus FH UMM pada tanggal 13 Desember 2013 itu, hadir sejumlah pembicara. Diantaranya Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Lombok Barat (Lobar) Umar Ahmad Seth dan Direktur Rinjani Institute Ayatullah Hadi.
Dalam paparannya, Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Lombok Barat (Lobar) Umar Ahmad Seth mengatakan saat ini, terjadi  penurunan partisipasi pemuda dalam pemilu. Sebagai gambaran, dalam Pemilukada Lobar belum lama ini, dari 80 persen pemilih pemula, tingkat partisipasi hanya 60 persen.
‘’Ini dikhawatirkan berlanjut, tidak hanya di Pemilu Legislatif Lobar, tapi juga secara keseluruhan di wilayah NTB,’’ katanya di hadapan ratusan peserta seminar.
Kepada wartawan dia menyampaikan, kekhawatiran itu beralasan, karena saat ini ada kecenderungan pemuda apatis dalam partisipasi politik. Mereka memilih aktif di “dunia” mereka sendiri, ketimbang harus menentukan masa depan daerah dengan memilih pemimpin sesuai nuraninya. “itulah yang terjadi di Lombok Barat, kami khawatir ini (partisipasi menurun) terjadi di Pilegislatif sampai Pilpres,” kata Umar.
Bagaimana solusinya? Menurut Umar, metode ceramah, seminar atau presentasi monolog harus sudah ditinggalkan. Pola ini dianggap sudah usang untuk memantik partisipasi pemuda dalam politik. “Seharusnya kita sudah tinggalkan pola ini, termasuk semintar semacam ini. Harus ada perubahan pola, dengan memberikan sentuhan berbeda,” kata Umar.
Sentuhan dimaksudnya, dengan pendekatan langsung kepada pemuda. “Dimana mereka sering nongkrong, datangi mereka. Apakah itu di Udayana, taman Sangkareang, atau di Bundaran Gerung, harus kita datangi, ajak diskusi tentang pandangan mereka terhadap politik, baru kemudian berikan pemahaman soal partisipasi,” terangnya.   Jajarannya di KPU juga akan berpikir keras, bagaimana memadukan antara hobi para pemuda, kemudian dikombinasikan dengan sosialisasi politik.  Karena pada dasarnya, instrument apapun bisa dijadikan sarana sosialisasi, terpenting menurut Umar, substansi tentang partisipasi politik itu bisa diterima  para pemuda.
Dikesempatan yang sama, Direktur Rinjani Institute, Ayatullah Hadi memahami apatisme pemuda dalam politik ini dipicu markanya politisi busuk, merajelalnya korupsi, kegaduhan di internal partai politik itu sendiri. Tapi dengan tetap apatis, atau marah sekalipun, justru menurutnya tidak akan menghasilkan  apa apa, karena pada dasarnya sikap itu hanya diam. “Di Indonesia, ada 64 juta pemuda sebagai pemilih potensial. Bisa dibayangkan jika mereka ini apatis terhadap politik, lantas bangsa ini harus berharap kepada siapa untuk memilih pemimpin kalau tidak dari pemuda,”  kata Ayat, sapaannya.
Sarannya, yang perlu dilakukan adalah bergerak, advokasi, kampanye anti politisi busuk atau anti politisi hitam. Dengan cara ini, pemuda sudah bisa memberi kontribusi untuk Pemilu yang sehat, memberi pencerahan kepada masyarakat tentang politisi busuk. Cara ini justru menurutnya lebih bermanfaat ketimbang hanya menghujat tanpa gerakan. “Pemuda harus jadi hakim bagi proses demokrasi di Indonesia ini. Karena sesungguhnya, angkatan muda lah yang menentukan nasib bangsa,” ujarmya memberi semangat.
Dosen Ilmu Politik di FISIP UMM ini berharap kepada penyelenggaran pemilu, agar menentukan langkah tepat sosialisasi detail tentang figur, khususnya saat Pemilu legislatif nanti. Yang dilihatnya, dalam sosialisasi hanya tercantum by name by address dan partai. “Ini tidak cukup untuk menilai apakah politisi itu busuk atau tidak,”  kritiknya. Kepada KPU disarankannya mencantumkan track record figur itu  di kehidupan sosialnya, perannya di lembaga tertentu. Agar masyarakat mudah mengenal sekaligus menganalisis, apakah politisi itu layak dipilih atau tidak. (Sumber: Suara NTB)


0 komentar:

Posting Komentar

Template Information