Home » » Jejak Muhammadiyah di Bima

Jejak Muhammadiyah di Bima

Written By Mesa Muslih on Rabu, 26 Maret 2014 | 06.41

Jejak Muhammadiyah di Bima
Oleh: Mesa Muslih
(Ketua PDPM Kota Mataram)


Pesatnya perkembangan Muhammadiyah di Sumbawa juga diikuti Bima. Kini Bima menjadi basis utama Persyarikatan Muhammadiyah di NTB. Di Bima pula paling banyak berdiri amal usaha Muhammadiyah.

------

Di Bima, Muhammadiyah lebih dulu lahir ketimbang Sumbawa. Pembentukan Muhammadiyah di Bima tercatat dimulai tahun 1938. Persyarikatan Muhammadiyah merupakan organisasi Islam pertama yang berdiri di Bima.
Saat awal kelahirannya, Muhammadiyah di Bima berkembang cukup pesat. Dalam jangka waktu beberapa tahun saja, Muhammadiyah telah terbentuk di semua kecamatan. Bahkan ranting Muhammadiyah terbentuk di sebagian besar desa yang ada.
Seiring dengan baiknya perkembangan Muhammadiyah di Bima, perkembangan amal usaha Muhammadiyah di Bima juga tumbuh pesat. Amal usaha pertama Muhammadiyah yang berdiri di Bima adalah Sekolah Rakyat (SR) Muhammadiyah yang didirikan tahun 1941.
Menurut Wakil Ketua PWM NTB H Arsyad Gani, di Bima kader Muhammadiyah tidak hanya berjuang memurnikan ajaran Islam. Mereka juga fokus melakukan Islamisasi kepada warga Bima yang masih beragama Kristen. Saat itu di sejumlah kecamatan, seperti Donggo, sebagian besar penduduknya masih beragama Kristen.
‘’Dakwah Muhammadiyah yang intensif disana membuat banyak penduduk Donggo akhirnya memeluk Islam,’’ kata putra kelahiran Bima itu.
Saking getolnya berdakwah di Donggo, para dai Muhammadiyah Bima membentuk Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah  di Desa OO. Padahal pada saat itu belum banyak orang Donggo yang memeluk Islam. Perjuangan berpuluh-puluh tahun di daerah ini akhirnya menuai hasil Saat ini sebagian besar penduduk Donggo telah memeluk Islam.
Pada awal berdirinya, Muhammadiyah di Bima berkembang cukup pesat, meski mendapat tantangan dari penjajah Belanda pada saat itu. Saat Jepang masuk ke Bima sekitar tahun 1941, perkembangan Muhammadiyah di Bima langsung mandeg, karena Jepang tidak mengizinkan berkembangnya organisasi bentukan pribumi semacam Muhammadiyah.  Demikian halnya di masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, organisasi Muhammadiyah di Bima juga sedikit mandeg. Namun sekitar tahun 1948, pengurus Muhammadiyah Bima sempat mendirikan SMP Muhammadiyah yang saat ini tercatat sebagai SMP pertama yang berdiri di Bima.
SR Muhammadiyah yang baru saja dibentuk akhirnya digabung dengan Darul Ulum sehingga bernama Islam Gakuin (Sekolah Islam). Barulah pada tahun 1970 Sekolah Islam ini dikembalikan lagi ke Muhammadiyah.  Tiga tahun sebelumnya di Bima juga berhasil didirikan SMP Muhammadiyah di Sila dan SMEA Muhammadiyah di Bima. Lima tahun kemudian Muhammadiyah Bima mendirikan TK Aisyiyah pertama di Bima. Tahun 1979 berdirilah Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Muhammadiyah pertama di Bima.
Muhammadiyah Bima sebenarnya sempat membentuk PGAA Muhammadiyah tahun 1967. Namun tahun 1978 PGAA Muhammadiyah ini bubar karena adanya peraturan Departemen Agama yang melarang berdirinya PGAA Swasta. Demikian halnya dengan SPG Muhammadiyah sempat pula berdiri tahun 1975, namun dibubarkan karena aturan yang tidak membolehkan berdirinya SPG Swasta.
Dibanding daerah lainnya di NTB, pertumbuhan amal usaha Muhammadiyah di Bima terbilang sangat pesat. Dalam jangka waktu kurang dari 10 tahun antara tahun 1968 hingga 1978, belasan sekolah dan madrasah Muhammadiyah berhasil didirikan. Bahkan pada tahun 1968, di Bima berdiri Universitas Muhammadiyah pertama di NTB, yang awalnya memiliki dua Fakultas, Fakultas Ilmu Agama dan Dakwah serta Fakultas Tarbiyah. 
Sedangkan untuk di Dompu tidak banyak keterangan yang bisa diperoleh untuk menggambarkan perkembangan Muhammadiyah di daerah tersebut. Muhammadiyah dikabarkan berkembang cukup pesat di Dompu sekitar tahun 1960 hingga 1970 saat dibawah kepemimpinan M Yacub MT yang juga pernah menjadi Bupati Dompu. (Bersambung)


0 komentar:

Posting Komentar

Template Information